Kedisiplinan

 

  1. Pentingnya kedisiplinan

Kedisiplinan adalah fungsi operatif keenam dari Management Sumber Daya Manusia. Kedisiplinan merupakan fungsi operatif Management Sumber Daya Manusia (MSDM) yang terpenting karena semakin baik disiplin karyawan, semakin tinggi pula prestasi kerja yang dapat dicapainya. Tanpa disiplin karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan mencapai hasil yang optimal.

Kuranganya kedisiplinan didalam manajemen suatu perusahaan juga dapat mengakibatkan kerugian bahkan jatuhnya perusahaan itu sendiri. Dari sisi karyawan banyak yang melanggar disiplin. Dalam suplai bahan baku misalnya, utamanya pengiriman, yang tidak tepat waktu sehingga berakibat tenaga kerja tidak aktif bekerja juga mengakibatkan ruginya perusahaan.

Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja, semangat kerja, dan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, serta masyarakat pada umumnya. Melalui disiplin akan mencerminkan kekuatan, karena biasanya seseorang yang berhasil dalam karyanya, studynya biasanya adalah mereka yang memiliki disiplin yang tinggi.

Guna mewujudkan tujuan perusahan, maka yang pertama harus segera dibangun dan ditegakkan di perusahaan tersebut adalah kedisiplinan karyawannya. Bukan hanya itu, peraturan dalam perusahaanpun sangat diperlukan untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan bagi karyawan dalam menciptakan tata tertib yang baik diperusahaan. Dengan tata tertip yang baik, semangat kerja, moral kerja, efisiensi, dan efektifitas kerja karyawan akan meningkat. Hal ini akan mendukung tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Jadi, kedisiplinan merupakan kunci keberhasilan suatu perusahan dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu, setiap manager harus selalu berusaha agar para bawahannya mempunyai disiplin yang baik. Seorang manager dikatakan efektif kepemimpinanya, jika para bawahnya berdisiplin baik.

  1. Indikator – indikator Kedisiplinan

Pada dasarnya banyak indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan suatu organisasi, di antaranya:

 

  1. Teladan pimpinan

  2. Balas jasa

  3. Keadilan

  4. Waskat

  5. Sanksi hukuman

  6. Ketegasan

  7. Hubungan kemanusiaan

  1. Persaingan dan Konflik

Persaingan adalah kegiatan yang berdasarkan atas sikap rasional dan emosinal dalam mencapai prestasi kerja yang baik. Persaingan dimotivasi oleh ambisi untuk memperoleh pengakuan, penghargaan, dan status sosial yang terbaik.

Konflik adalah persaingan yang kurang sehat berdasarkan ambisi dan sikap emosional dalam memperoleh kemenangan. Konflik akan menimbulkan ketegangan, konfrontasi, perkelahian, dan frustasi jika tidak dapat diselesaikan.

Persaingan yang sehat dalam suatu perusahaan akan memotivasi moral kerja, produktivitas kerja, dan kedisiplinan karyawan, persaingan yang sehat ini dalam suatu perusahaan perlu dibina agar dinamika organisasi berkembang kearah yang diinginkan. Dengan persaingan yang sehat, karyawan akan kreatif, dinamis, dan berlomba-lomba mencapai prestasi kerja yang diinginkan, sedangkan persaingan yang kurang sehat dalam suatu perusahaan akan menimbulkan konflik dan harus dicegah sedini mungkin supaya tidak sampai terjadi konflik yang akan merugikan perusahaan.

Hal-hal yang menyebabkan persaingan dan konflik antara lain :

  1. Tujuan

  2. Ego manusia

  3. Kebutuhan

  4. Perbedaan pendapat

  5. Salah paham

  6. Perasaan dirugikan

  7. Perasaan sensi

  1. Kepuasan Kerja, Stress dan Frustasi

, dan prestasi kerja. Kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan, dan kombinasi dalam dan Karyawan adalah makhluk sosial yang menjadi kekayaan utama bagi setiap perusahaan. Mereka menjadi perencana, pelaksana, dan pengendali yang selalu berperan aktif dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Karyawan menjadi pelaku yang menunjang tercapainya tujuan, mempunyai pikiran, perasaan, dan keinginan yang dapat mempengaruhi sikap-sikapnya terhadap pekerjaannya. Sikap ini akan menetukan prestasi kerja, dedikasi, dan kecintaan terhadap pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

Kepuasan kerja (job statifaction) karyawan harus diciptakan sebik-baiknya supaya moral kerja, dedikasi, kecintaan, dan kedisiplinan yang meningkat. Kepuasan kerja merupakan sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaanya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja, kedisiplinanluar pekerjaan.

Kepuasan kerja karyawan dipengaruhi factor-faktor berikut:

  1. Balas jasa yang adil dan layak

  2. Penempatan yang tepat sesuai dengan keahlian

  3. Berat – ringannya pekerjaan

  4. Suasana dan lingkungan pekerjaan

  5. Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan

  6. Sikap pimpinan dalam kepemimpinannya

  7. Sikap pekerjaan monoton atau tidak

Stres karyawan timbul akibat kepuasan kerja tidak terwujud dalam pekerjaannya. Stres karyawan perlu sedini mungkin diatasi oleh pimpinan agar hal-hal yang merugikan perusahaan dapat diatasi. Stres adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi. Proses brfikir, dan kondisi sesorang. Orang-orang yang mengalami stres menjadi nervous dan merasakan kekuatiran kronis

Faktor-faktor penyebab stres karyawan, antara lain sebagai berikut:

  1. Beban kerja yang sulit dan belebihan

  2. Tekanan dan sikap pimpinan yang kurang adil dan wajar

  3. Waktu peralatn yang kurang memadai

  4. Konflik antara pribadi dengan pimpinan atau kelompok kerja

  5. Balas jasa yang terlalu rendah

  6. Masalah-masalah keluarga seperti anak, istri, mertua dan lain-lain

Stress karyawan yang tidak terselesaikan dengan baik akan mengakibatkan timbulnya frustasi. Frustasi akan menimbulkan perilaku yang aneh-aneh dari orang tersebut, misalnya marah-marah, membanting telephone, bahkan memukul-mukul kepalanya. Frustasi adalah keadaan emosional, ketegangan pikiran dan prilaku yang tidak terkendali dari seseorang, bertindak aneh-aneh yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain.

Manager harus sedini mungkin mengatasinya dengan pendekatan penjiwaan dan keimanan atau membawanya berobat kepada psikolog. Hal inilah yang menutut agar setiap pemimpin memiliki penlihatan social (social perception), kemampuan berpikir abstrak (ability inabstract thinking), dan keseimbangan emosional (emotional stability).

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: